Penulis sendiri memisahkannya dengan tiga aspek yaitu Doa, Syukur, dan Sabar. Sesuatu yang biasa terdengar oleh ucapan seseorang yang selama ini salah diartikan. Doa adalah permohonan dari hamba ke Tuhan. Permintaan ini harus jelas, untuk menguatkan tekat. Syukur bukan sekedar ucapan melainkan sebenarnya syukur itu sendiri sebuah aksi (dinyatakan) dengan melakukan suatu yang berkaitan dengan Doa tadi. Sabar, sekali lagi bukan ucapan, namun aksi, sebuah usaha untuk tidak keluar dari aturan yang agama berikan dengan kondisi yang ada saat ini. Dengan demikian tiga aspek tersebut melebur menjadi satu keyakinan bahwa Tuhan mengabulkan Doa hambanya. Untuk menjadi yakin doa itu terkabulkan maka perlu adanya sikap berprasangka baik. Prasangka baik ini menjadi sebuah motivasi untuk menghilangkan kekhawatiran, kecemasan, dan juga meningkatkan kewaspadaan akan doa yang telah dan akan datang.
Sedangkan yang terakhir adalah Al-quran itu sendiri. Kitab suci tersebut akan menjadi amplifier, yang akan menguatkan dan terus menjaga sang hamba agar tetap pada jalannya. Dalam usaha mencapai doa yang dia pinta kepada Tuhan. Penulis banyak sekali memberikan contoh-contoh ayat dalam quran atau hadis yang menjadi penyemangat untuk kemajuan hamba. Karena segala sesuatunya dijelaskan dan dengan segala sifat Tuhan.
Dengan demikian law of attraction adalah sang individu tersebut "memiliki kekuatan positif" dari berprasangka baik, tiga aspek tersebut, dan quran sebagai penguatnya. Dengan begitu individu tersebut terjaga dari segala macam hal yang akan menggoyahkannya, dan alam semesta pun ikut tunduk melayaninya. Itu disebabkan oleh Tuhan yang meridhai doanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.